Membangun Mata Rantai Efektifitas Organisasi (1)

Oleh : Reza Ervani

Sebenarnya tulisan ini sudah ada dalam bentuk draft di wordpress penulis. Hanya judulnya sempat berganti-ganti seiring dengan gejolak pemikiran yang dihadapi serta kondisi kekinian yang dialami dalam organisasi yang kini sedang tumbuh pesat, Yayasan Rumah Ilmu Indonesia.

Judul pertama tulisan ini adalah “Kapan Intervensi seorang Pemimpin dibutuhkan”, kemudian penulis rubah lagi menjadi “Kemandirian, antara Proses Kaderisasi dan Penguatan Organisasi”, tapi akhirnya penulis pilih judul ini saja “Membangun Mata Rantai Efektifitas Organisasi”.

Di tengah-tengah pemikiran seputar topik efektifitas organisasi ini, penulis menemukan sebuah buku bagus berjudul : “Managing Science as a Public Good: Overseeing Publicly Funded Science” buah tangan Elizabeth L. Malone.

Dalam Chapter 1. Concepts Underlying Organizational Effectiveness, ada paragraf yang menggugah penulis :

Closed Rational Organizations and Bureaucratic, Control-Oriented Management

From approximately 1900-1930, organizations were typically viewed as closed, rational systems (Scott 1987). The closed system perspective is characterized by a focus on internal interactions and an emphasis on organizational order and control. Organizations are seen as most appropriately directed toward attaining specific goals through formal, rational means. Individuals in these organizations are seen as capable of, indeed driven by, rational decision making.

Effectiveness, from the closed, rational system perspective, is achieved through:

  • Setting specific goals
  • Prescribing the behavioral expectations of organizational participants through formalization of rules and roles
  • Monitoring conformance to these expectations.

Management, at this time and for this model of organization, is oriented toward the establishment of bureaucratic organizational control.

Penulis pun merasa “terkritik”. Ada persepsi yang salah sepertinya di benak penulis, yang menyebabkan tidak efektifnya upaya kristalisasi komunitas menjadi struktural di luar Kota Bandung.

Setelah menjadi Yayasan, seharusnya memang dibedakan antara manajemen Yayasan dengan manajemen komunitas.

Yayasan adalah organisasi yang mau tidak mau harus menerapkan standar-standar birokrasi yang “strict”. Ada struktural organisasi dan hierarki kewenangan yang harus diterapkan, termasuk dalam upaya ekpansi ke luar Bandung. Tampaknya ketidak-efektfan beberapa simpul karena memang hierarki ini terlalu cair karena memang awalnya dia adalah sebuah komunitas mailing list.

Allahu ‘alam, ini hanyalah gejolak pemikiran awal yang mungkin akan sedikit mempengaruhi pola pandang terhadap arah Yayasan di masa depan. Tapi karena ada komunitas tempat berdiskusi dan hierarki manajemen Rumah Ilmu Indonesia Bandung, maka tampaknya diskursus tentang perubahan manajemen jaringan ini akan menjadi sesuatu yang mengasyikkan.

Untuk memperkaya diskusi, ada baiknya penulis buka sedikit halaman berikutnya tentang macam perspektif efektifitas organisasi selain perspektif berorientasi manajemen kontrol diatas, lewat sebuah grafis yang juga tercantum di Chapter 1 buku tersebut :

Perspektif Efektifitas Organisasi

Perspektif Efektifitas Organisasi

Mari berdiskusi …

2 Tanggapan

  1. Assalaamu’alaikum,

    Pak Reza,

    Ya memang seperti yang sudah ditulis di atas mengelola organisasi yayasan yang punya bentuk dan struktur akan sangat berbeda dengan mengelola komunitas. Pada yayasan tanggung jawabnya jelas dan harus mengacu pada AD/ART yayasan, sementara komunitas tidak perlu AD/ART karena berdasar pada azas volunterisme.

    Selamat mengurus yayasan Pak!

    Wassalaam,

    Agung W

  2. assalamu’alaikum….

    abang….
    menurut pendapat mola…mengelola orang banyak bukanlah perkara mudah….setiap orang punya karakteristik, keinginan dan kebutuhan sendiri-sendiri…

    tugas seorang pemimpin adalah mengidentifikasi semua itu…
    sehingga stabilitas suatu organisasi dapat terus dijaga….

    insya Allah…. amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: