Web Applications vs Software Development

Ketika minilab mulai dikembangkan, mulailah terpikir kurikulum semacam apa yang paling pantas untuk menjawab tantangan di masa yang akan datang.

Pemikiran akhirnya mengkerucut pada apakah pengembangan kemampuan rekayasa perangkat lunak dititik beratkan pada aplikasi berbasis web atau aplikasi desktop.

Debat ini ternyata tidak hanya terjadi di minilab, tetapi juga mulai menjadi semacam diskursus di kalangan pengembang perangkat lunak. Apakah nanti aplikasi-aplikasi desktop akan tergantikan oleh aplikasi-aplikasi berbasis web, apakah bahasa pemrograman berbasis web nantinya akan menjadi primadona di kalangan programmer dan pengembang perangkat lunak, dibanding generasi awal semacam Delphi dan Visual Basic ?

Dari tulisan di berbagai forum, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan dalam hal pro kontra antara Web Application dan Desktop Application ini. Saya buat resumenya secara singkat sebagai berikut :

Kemudahan Akses

Aplikasi berbasis web tentu lebih mudah diakses daripada aplikasi desktop yang harus diinstall secara terpisah di masing-masing komputer.

Keamanan Perangkat Lunak

Resiko keamanan tentu akan meningkat ketika sebuah perangkat lunak memberikan peluang untuk bisa diakses dimana saja dan oleh siapa saja.


Biaya

Walaupun dari sisi rekayasa perangkat lunak, biaya pengembangan perangkat lunak berbasis web bisa lebih murah. Tetapi dari sisi pengguna, mungkin bisa lebih mahal karena ada biaya tambahan semacam penyediaan server dan bandwidth. Harga koneksi internet di Indonesia juga harus dipertimbangkan jika kemudian minilab berencana berkonsentrasi di pengembangan perangkat lunak berbasis web ini


Konektivitas

Sebuah aplikasi berbasis web membutuhkan konektivitas yang tinggi, baik dari pengguna maupun developer-nya. Ini akan meningkatkan cost yang dibutuhkan, utamanya dari sisi maintenance, seorang penanggung jawab keamanan sistem di perusahaan yang menggunakan perangkat lunak berbasis web – misalnya – harus terus terkoneksi dengan sistem untuk bisa memastikan dia tetap berlangsung baik.

Developer-pun harus terus terkoneksi dengan baik untuk dapat segera merespon berbagai dinamika yang terjadi pada perangkat lunak yang mereka kembangkan di lapangan

Backup dan Pemilikan

Dari sisi keamanan, seorang pengguna harus senantiasa melakukan backup sistemnya jika ia menggunakan layanan pihak ketiga (semisal penyedia server) untuk berjaga-jaga jika sistem crash, sehingga data-data penting tetap aman.

****

Review ini hanya sebagian kecil dari pertimbangan pengembangan kurikulum di minilab.
Penulis akan mencoba mengundang beberapa rekan yang akan dilibatkan di minilab untuk memberikan review tambahan. Review dari khalayak umum juga diharapkan bisa membantu pertimbangan di masa yang akan datang.

7 Tanggapan

  1. kedepannya, ada trend pengembangan lebih ke aplikasi dengan cost yang paling rendah dan partisipasi user yang wide area.
    tapi memang tak bisa dinafikan bahwa koneksi dan sekuritas web jadi pemikiran.
    Mungkin kita bisa berkaca dari bermacam aplikasi on Net yang sudah menjamur, mulai dari OS, aplikasi editor gambar, office spreadsheet.
    Namun, aplikasi offlinr pun masih jadi idola di kita walaupun dengan cara hacking alias gratisan.

    saran saya, survai target pengguna nantinya berkisar dimana? apakah internet available atau tidak?

    disalah satu perusahaan yang kami kenal, pengembangan web aplikasi sampai dengan saat ini belum bisa maksimal sejak dicanangkan 2 tahun lalu.
    yang sekarang berjalan adalah offline aplikasi dan synchronize data tiap hari dengan server pusat.

    Demikian, semoga bisa membantu

  2. Saya jadi teringat aplikasi-aplikasi desktop yang di bikinkan versi web nya oleh Google (http://www.google.com/intl/id/apps/business/index.html). Saya rasa aplikasi via web maupun desktop mempunya usernya sendiri2 dan demikian pula pasarnya sendiri2.

    Tapi kalau saya berpendapat pribadi, aplikasi via web akan lebih mudah di publikasikan (dan di demo-kan) ketimbang aplikasi desktop, yang membuat orang cenderung memilih yang versi web ketimbang yang desktop, apalagi jika kualitasnya sama (atau bahkan jika dibuat lebih baik).

  3. Dan sangat berguna bagi sebuah program ialah kemudahan dalam pengoperasian bagi semua kalangan.
    Mengapa hal ini sangat penting ? Jelas, karena sebuah program harus bisa dioperasikan oleh semua kalangan bahkan bagi mereka yang memeiliki pengetahuan sangat minim atau pemula.

    Terkadang kita menemui sebuah program yang sangat bagus juga gratis, namun ketika dioperasikan sangatlah sulit. “Tools” yang rumit serta lainnya.

    Demikian dari saya
    Salam
    AlexKib

  4. Bukannya kalau pakai Squeak (seaside) dsb. Tidak ada bedanya kedua hal ini. Sangat disarankan utk pendidikan menggunakan Squeak ini🙂 (racun… racun…)

  5. Wah, sebuah kebanggaan nih, Mr. IMW, Maestro Idola semenjak kenal LINUX taon 98 mampir di blog …🙂

    He he, iya pak jadi kepikiran ngajarin Squeak buat guru Pak, gimana ? Saya tulis di blog ini ya, ntar kasih komen lagi ya …🙂

  6. Dua-duanya saja… kalau selaras malah bisa lebih powerful.
    Dan pada akhirnya juga tergantung siapa yang bisa berperan. Kalau saya punya minilab dan saya senang PHP, tentu lompatannya bisa jauh jika pilih web based. Tapi kalau saya expert di Delphi, tentu lebih baik pilih aplikasi desktop.

    Memberdayakan ilmu yang sudah terlanjur ngendap, mungkin lebih mudah.

  7. Bagus kalau bisa mengajarkan Squeak buat guru, karena Squeak ini memang didisain utk mengajar pemrograman ataupun menggunakan komputer utk mendukung mata pelajaran lain (coba dilihat eToy).

    Dengan Seaside (sudah ada modul wiki, pier,dsb) maka bisa juga parallel diajarkan pemrograman Web termasuk “konsep-konsep” baru seperti continuation, REST dsb.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: