Strategi Sang Komentator (Telkomsel vs XL ?)

Oleh : Reza Ervani

Ada komentar yang tidak penulis approve hari ini ke blog. Bukan karena alasan apa-apa, hanya karena alasan kesopanan. Tadinya penulis berpendapat bahwa sang komentator kita ini harus belajar banyak lagi dalam menulis kata-kata, walau sekedar komentar, apalagi tuduhan.

Tapi ada yang menarik pula dari keterangan teknis darimana komentar itu berasal.

Penulis salinkan saja, komentar yang tidak diapprove tersebut lengkap dengan alamat email dan whois-nya :

Penulis : gaulXL (IP: 202.3.210.15 , tselnode-015.telkomsel.co.id)

E-mail : gaulXL818@yahoo.com

URL :

Siapa : http://ws.arin.net/cgi-bin/whois.pl?queryinput=202.3.210.15

Komentar:

ha..ha..ha… ntar lagi si reza akan dapet fee management dari XL karena idenya udah dibuatin iklan ame XL….

wenak bener ya XL jika semua pelanggannnya macem si REZA ini, udah gak puas tapi masih muji muji pake beritanya di sounding ke media lagi and ampe sekarang kekeh utk stay tune di XL yg notabene nipu ampe puassssss…..

Yang menarik adalah asal komentar itu adalah dari IP: 202.3.210.15 , tselnode-015.telkomsel.co.id, sementara email yang digunakan adalah gaulXL818@yahoo.com, menjadi kontras dengan komentarnya yang menyerang XL habis-habisan;

Komentarnya yang kedua juga kembali masuk (dan kali ini penulis approve di : https://rezaervani.wordpress.com/2008/07/02/dan-inilah-jawaban-dari-xl/#comment-217)

Keterangan teknis komentar yang kedua ini juga masih sama :

Penulis : gaulXL (IP: 202.3.217.122 , tselnode-122.telkomsel.co.id)

E-mail : gaulXL818@yahoo.com

URL :

Siapa : http://ws.arin.net/cgi-bin/whois.pl?queryinput=202.3.217.122

Komentar:

knapa tulisan gw gak elo posting woy….

Komentarnya juga menjadi menarik secara psikologis, karena menuduh penulis adalah “antek” XL yang menerima bayaran karena berpromosi dengan cara yang tak lazim. Walau kecurigaan yang sama sempat muncul juga sebelumnya, tetapi penjelasan ringan dari penulis tampaknya sudah mencukupi. Sementara komentator kita kali ini tampaknya tidak membaca secara utuh isi blog ini, entah dengan alasan apa.

Penulis hanya berhipotesa : Sebegitu parahkah persaingan antara operator GSM ? Sehingga harus mengirimkan orang-orangnya untuk memberikan komentar di blog untuk membantu pencitraan perusahaan ? Ada yang mau ikut berkomentar ?

Allahu ‘Alam

11 Tanggapan

  1. Yang menarik buat saya justru sikap dari mas Reza yang keep calm menanggapi para perusuh suasana kayak begitu. Salut mas ^_^

  2. gak di approve tp malah jadi bahan posting hehe

  3. yah semuanya punya keunggulan…
    *dejavu dengan isi milist yg saya ikuti juga ternyata saingan antar operator😀 *

  4. Mas Reza,
    Saya pemakai kartu simpati Telkomsel dan belum pernah memakai produk XL walaupun iklannya bombastis. Saya juga beberapa kali kecewa dgn Telkomsel spt : iklannya tdk memberikan informasi detail ttg harga, ternyata ada syarat & ketentuan yg berlaku (XL juga demikian), Registrasi NSP dll tdk berhasil tapi pulsa kepotong, apalagi di akhir bulan ramadhan & awal bulan Syawal, saat kirim sms ke banyak penerima, reportnya banyak gagal tapi pulsa kepotong dll. Meskipun demikian, saya tetap menjadi pelanggan Telkomsel karena 3 alasan yaitu :
    1).Tdk ingin mengganti no hp yg sdh familiar bagi banyak org
    2). Jangkauan Telkomsel mencapai seluruh Indonesia termasuk asal saya dari bagian timur indonesia yg tidak terdapat jaringan XL
    3). Saya percaya Telkomsel tdk ingin mengecewakan satu pelangganpun namun karena Tidak ada sesuatupun di dunia ini yang sempurna, maka pasti ada yg kecewa. Respon Telkomsel terhadap complaint sangat baik , berdasarkan pengalaman saya saat mengajukan keluhan, telkomsel cepat menindak lanjuti & menyelesaikan masalah.

  5. To Mas Taufiq,
    Thanks tambahan infonya,
    Sejauh yang saya alami, justru Telkomsel memiliki tingkat keberhasilan pengiriman SMS paling tinggi diantara semua operator, sehingga jika mengirimkan SMS Banyak – seperti ketika lebaran – pilihan utama yang terbaik menurut saya adalah Telkomsel dan yang kedua Indosat. Justru sebenarnya saya jatuh cinta pada yang terakhir ini (Indosat) sebelum sahamnya sebagian besar dibeli oleh SingTel.

    Tapi dari sisi keluhan layanan, saya justru memiliki pengalaman buruk dengan Telkomsel, karena CS-nya sangat sulit dihubungi.

    Dari sisi jaringan, tampaknya memang Telkomsel masih unggul. Dulu ketika sering naik gunung, saya hampir dapat dipastikan menggunakan Telkomsel, tapi inipun tampaknya sudah mulai dikejar oleh Indosat. Di kampung saya, yang masuk pertama adalah Telkomsel, disusul Indosat baru kemudian XL dan terakhir CDMA baru ada Flexi (Bangka Barat)

    Dari sisi konektivitas data, saya masih mengunggulkan Indosat (termasuk IM2 dan StarOne). Sayang sekali sebenarnya, XL yang “katanya” punya backbone serat optik paling baik, justru layanan konektivitas datanya tidak semudah dan semurah Indosat. Padahal dari sisi teknologi tampaknya Indosat dan XL-lah yang terdepan.

    Nah, itu dia serba-serbi keunggulan dan kekurangan tiap operator versi saya. Jadi pilihan menggunakan kartu ganda dari operator yang berbeda mungkin masih merupakan opsi terbaik.

    Allahu ‘Alam

  6. mas2 n mbak2, solusi yang diberikan oleh masing-masing operator memang beragam, dlm situasi dan kondisi yang berbeda juga lokasi para komentator mungkin sudah pernah mengalami gangguan dan ketidakadilan dari para vendor penyedia layanan jasa telekomunikasi, namun yang harus kita pikirkan adalah “Teknologi adalah hasil Karya Manusia, sementara manusiapun tidak ada yang sempurna” positif thinking aja, dan mari kita tetap exist pada operator yang mungkin selama ini telah kita gunakan dan telah banyak membantu kita dikala suka maupun duka, jangan hanya karena ketidak SEMPURNAan ini membuat kita lupa akan jasa2nya….

  7. Awal saya punya hape dulu, saya pake proXL. Trus pernah juga nyoba produknya indosat dan telkomsel. Dan sampai sekarang masih bertahan dengan telkomsel (hampir 10 tahun ternyata…)
    Walaupun saya sering mbanding-mbandingin antar operator, kekecewaan saya terhadap XL tidak sebesar terhadap indosat -apalagi saat perang tarif seperti ini-
    Jadi sekarang saya pake XL dan telkomsel, dengan alasan-alasan:
    1. Keluarga besar saya adalah pelanggan telkomsel, jadi biaya komunikasi menjadi lebih murah. Browsing juga lebih murah sekarang ini.
    2. Pacar saya (yang sekarang) adalah salah satu staff XL, lagi-lagi supaya biaya komunikasi kami lebih murah. Tapi saya belom tau berapa biaya yang dikenakan untuk browsing
    Cuman yang masih jadi masalah, saat kedua hape itu berdering bareng, saya bingung milih yang mana.
    Ada yang mo bantu? Hakhakhakhakhak…..!!!

  8. ha…ha… Berhasil juga elo ya reza ngebangun blog utk tujuan narik perhatian XL and yg lucunya dari blog ini bnyk yg diambil ame XL sebagai embrio materi iklan mereka dan yg mo gw tanyain elo dpt apa dari xl ….? Apa hanya skedar nomer bagus ato ngarep elo di hired spy dpt kerjaan di xl …. Okay peace…

  9. heuheu..yg paling lucu adalah komen terakhir, dr real2808.
    Soal perbandingan, sy pake 2 operator, Indosat [Mentari- Bapak, sy M3], Telkomsel, dan XL (bebas). Memang ga ada yg sempurna. Tp akhirnya masing2 bisa digunakan utk keperluan tertentu. Misal main operator adl Telkomsel. Kalo lg butuh nelpon, skrg emang enak pake XL. Klo ttg indosat, enak dipake browsing, nah klo soal tarif M3 yg 0,1 rupiah itu..blm sempet nyoba krn keburu hangus😥 lupa ga isi ulang. XL bebas mahal d sms. Skrg ada tawaran yg murah itu, tp jd pilihan. Klo Simpati kan, sms ke non Telkomsel 150, sesama 100 dtambah gratisan. Soal CS yg susah dihubungi, malah sy kecewa sm Indosat, mana sekarang utk M3 berbayar lg. XL jg berbayar. Ah..makanya sekarang jd nyaman sm Telkomsel:mrgreen:

  10. Bulan lalu saya daftar untuk ambil paket 3g telkomsel yang Rp 200ribuan untuk unlimited internet up tp 512kbps. Hari pertama saya daftar, dan karyawan telkomsel minta saya tunggu 1 hari untuk diaktifkan. Saya sudah tunggu 1 hari lebih sebelum saya pakai internet melalui 3g t-sel. Hari selanjutnya, seseorang telkomsel sms saya dan minta agar saya tunggu lagi karena masih belum diaktifkan. Saya disuruh sms ke t-sel dan tunggu jawaban dari t-sel melalui sms. Saya tunggu sehari lagi, tetapi masih belum diaktifkan. Saya tunggu sehari lagi sebelum menghubungi customer support telkomsel lagi. Untuk ke 3 kalinya saya mencoba mengaktifkan internet 3G telkomsel. Akhirnya aktif juga. Tetapi akhir oktober, saya mendapatkan iuran yang harus saya bayar melebihi Rp 1,4 juta!!! Saya sampai kaget, karena paket yang saya ambil adalah paket unlimited kecepatan 512kbps unlimited 200ribuan per bulan. Saya sudah bayar, karena mungkin saya sudah pakai 3G t-sel internet sebelum diaktifkan (walaupun t-sel sudah bilang ke saya bahwa sudah diaktifkan berkali-kali – padahal belum!!). Dan customer service telkomsel menyatakan bahwa layanan 3G telkomsel tidak mempunyai website untuk melihat berapa banyak data yang dipakai. Untuk jaringan besar seperti telkomsel, kenyataan ini sangat mengecewakan. Saya akan pakai servis ini sebulan lagi, tetapi jika telkomsel masih memberi tagihan lebih dari Rp200ribuan per bulan sesuai yang disepakati, saya akan memutuskan hubungan dan akan menggunakan servis lainnya.

  11. Kalo aku juga bingung pilih mana yg paling bagus, memang Telkomsel sangat kuat di jaringan dan telepon yg sangat cepat tersambung, Indosat kuat di data dan SMS, sedangkan XL operator yg menawarkan tarif termurah tapi sayangnya sering terjadi gangguan. Kalo memang harus milih satu, saya tetap akan memilih TELKOMSEL, karena setelah saya bandingkan walaupun tarif tetap mahal, Telkomsel mampu melayani telepon cepat tersambung, SMS cepat sampai, koneksi data lumayan cepat, berbagai inovasi produk, dan servis yg memuaskan. Bagi kalian yg terkesan dg tulisanku, kunjungi achmadmuchtar.blogspot.com.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: