Update News : Dan … XL pun Meneleponku

Oleh : Reza Ervani

Wah, posting seputar XL nambah lagi …

Pukul 15.59 WIB, handphone penulis berbunyi … Dari 818 … Operator XL. Pengalaman pertama ditelepon langsung oleh operator GSM, biasanya juga kita yang harus nelepon operator, itupun terkadang lama sekali diangkat dan kadang pula hanya disambut dengan musik klasik tak berujung.

Tapi hari ini, Customer Service XL menunjukkan apa yang disebut dengan Service Excellent … Setidaknya ini menunjukkan sisi lain profesionalisme perusahaan, sekurang-kurangnya dari sisi kecepatan respon.

Dari sisi ini, tampaknya kita juga harus adil, dengan memberikan appreciate terhadap Mbak Endah Mustika Asih, CS XL, atas upayanya “menjaga” loyalitas pelanggan. Beliau menjanjikan ada pengecekan jaringan dan “refresh” nomor XL penulis [hmm … is this “refresh” term exactly exist in mobile technology system ?๐Ÿ™‚ ]. Hasilnya, kita akan lihat nanti malam (ehm) …

Tentu saja, hal ini tidak serta merta membuat kita harus kemudian berhenti menyuarakan hak-hak konsumen – apalagi setelah beberapa kasus – seperti Kartel SMS dan mahalnya biaya GPRS yang menimpa beberapa operator GSM Nasional.

Tapi tentu pula bukan hanya Operator Selular yang harus jadi sasaran tembak, lembaga lain seperti Pertamina, PLN, PDAM hingga Layanan Publik lain yang notabene menyangkut hajat hidup orang banyak, juga harus berani memberikan layanan cepat tanggap atas apa yang dikeluhkan masyarakat …

Mudah-mudahan … karena itu pula tulisan ini penulis masukkan dalam kategori Marketing, Manajemen dan Fenomena Kemasyarakatan

Maju terus negeriku …๐Ÿ˜€

8 Tanggapan

  1. Nah gitu..
    berimbang.
    Setelah memberikan fakta buruk, maka upaya perbaikan pun diwartakan pula.
    ๐Ÿ˜‰

  2. Keereen mas… sip deh, semoga solusi atas permasalahannya juga cepat didapat yaah. Ditunggu updatenya mas๐Ÿ™‚

  3. Yup, harus gitu, kita udah terlalu lama diboongin mulu sama mereka2, tapi emang g bisa bikin apa2, mereka yang punya kuasa sama uang, di beking pemerintah lagi. nasib.nasib.

    http://putratomohon.wordrpess.com

  4. Ya langkah yang baik dari XL, dan langkah yang baik pula dari Mas Reza.. semuanya harus fair ya.. apa yang baik itu tetaplah harus baik dan yang jelek tetaplah jelek.. ayo mas Reza ditunggu perkembangan selanjutnya.. hehehe..๐Ÿ˜€

  5. nice post mas Reza,

    saya mengikuti perkembangan blog anda hampir setiap hari๐Ÿ˜€, sekedar ingin tahu saja sampai seberapa service XL ke customernya

    teman2 saya banyak yang bekerja di operator seluler, sekedar informasi saja, sangat mudah memprogram sambungan telepon untuk dc di 34:21, hanya mengeik sebaris-2baris perintah di terminal kontrol (UNIX-based)

    sangat mungkin ketidak-merataan kualitas layanan disebabkan oleh infrastruktur yg masih belum memadai sehingga di beberapa daerah dirasa “perlu” membatasi akses layanan, setting seperti ini cukup dilakukan di BSC (base station control) di wilayah tsb sehingga tidak akan mempengaruhi wilayah lain

    saya katakan BOHONG kalau ada operator yang menggunakan alasan kepadatan jaringan. tidak ada hubungannya antara kepadatan jaringan dengan dc (disconnect), pada sistem GSM jika jaringan padat (yang ditandai dengan penuhnya kanal pada 1 BTS maka yang akan ditolak adalah pengguna yang baru masuk/dial. berbeda dg CDMA yang terus menerima pengguna baru sampai kualitas layanan drop/menurun.

    BTW, there is no “refresh'” term in telecommunication network๐Ÿ˜€

    perkiraan saya maksimal XL akan mengeluarkan MSISDN mas Reza dari timer list๐Ÿ™‚

    salam hangat dari Bandung
    Rizal
    Telecom Management
    IT Telkom, Bandung

  6. To Mas Rizal (afif)

    Thanxs pembahasannya mas.
    Perkiraan saya juga demikian, dikeluarkan dari timer list-nya XL. Tapi sampai hari ini itu belum terjadi. Sampai malam tadi telepon saya masih terputus di menit 34 detik ke 31 (pas pisan !!!)

    Cuma kalau boleh saya bertanya, jika memang ini termasuk jenis pelanggaran yang bisa diajukan ke KPPU, bukti seperti apa yang dapat konsumen berikan ? Karena dapat saja bukti itu menjadi tidak berlaku, karena dengan gampang operator dapat mengubah setting di sistemnya sehingga kasus 34:31 ini menjadi keluhan tak berdasar dari seorang konsumen.

    Mohon pencerahannya mas …

  7. Saya menjadikan XL sebagai kartu kedua saya.
    Yang utama masih tetep si ‘merah’

    Bukan apa2, pertimbangan utama adalah jaringan.
    Walaupun sedikit lebih mahal, tapi tak pernah dikecewakan, seperti misalnya ; putus di tengah jalan.

    XL saya pake khusus klo insomnia saya datang.
    Hehehe

  8. hehehe…
    selama ini saya juga pake xl bebas buat kartu kedua..

    kartu pertama emang sama, pake yang merah yg gambar jantung hati…

    sebab dari pertama, dia dah pake yang tarif per detik
    paling murah si waktu itu

    trus skg jadi makin murah lagi..

    kalo xl, dipake buat kerjaan kantor
    lumayan sms gratisnya
    karena kadang instruksi di kantor cuman sekedar..

    “dimana?”
    “di kantin”
    “meeting jam 5”
    “whokay”

    atau ngomongin instruksi panjaang dan lamaaa…
    hehehehe

    kalo diburu pulsa, malah ga jelas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: