Beberapa Kelemahan Teknis Mendasar BSE

Oleh : Reza Ervani

Untuk lebih dapat dimengerti mengapa ada buruk sangka tentang ketidakseriusan pemerintah menggarap program Buku Sekolah elektronik, berikut beberapa point teknis yang diamati sekilas dari program yang sudah dipublikasikan cukup gencar selama beberapa minggu terakhir.

1. Ukuran file yang sangat besar dalam format pdf.
Tampaknya ada miskonsepsi tentang e-book oleh penyelenggara program. (Coba lihat https://rezaervani.wordpress.com/2008/06/23/e-book-tidak-sama-dengan-pdf/ ; untuk penjelasan lebih lanjut tentang e-book). File yang terlalu besar ini tidak hanya menyusahkan klien ketika mengunduh, tapi juga berdampak semakin tingginya beban server yang memuat e-book BSE. Dan ini tampaknya terbukti dari beberapa laporan yang menyebutkan website tersebut tidak dapat diakses di warnet. Penulis sendiri berulang kali mencoba di kampung dengan GPRS yang aksesnya jauh lebih lambat dan tentu dapat dipastikan kegagalannya.

2. Tidak tersedianya server mirror
Dengan publikasi gencar-gencaran tentang BSE, termasuk di televisi, seharusnya ada antisipasi mebludaknya beban server. Untuk mempermudah proses pengunduhan, seharusnya disediakan server mirror di titik-titik krusial, misalnya di Surabaya atau Makasar untuk Indonesia timur. Tapi tampaknya hal ini tidak masuk dalam perencanaan (atau tidak direncanakan sama sekali)

3. Tidak Lengkap
Dari keterangan 250 buku gratis yang dibeli oleh pemerintah, ternyata tidak semuanya tersedia di BSE. Mudah-mudahan ini cuma masalah waktu.

4. Redefinisi Konsep e-learning

Berulang kali dalam berbagai kesempatan mengisi pelatihan ICT untuk para guru, penulis menekankan bahwa e-learning tidak identik dengan internet. Kalimat “computer network” tidak harus diterjemahkan secara fisik, apalagi mengandalkan backbone jardiknas yang saat ini bandwidth-nya terus-menerus dikurangi, tapi dapat pula diartikan sebagai jaringan sosial. Karenanya distribusi pengetahuan elektronik dalam bentuk CD atau Flash Disk USB dapat jauh lebih efektif, tokh GRATIS kan ?

Anehnya pemerintah justru membuka peluang perbanyakan buku dalam bentuk cetak, dengan harga maksimal 14rb. Terlepas dari ada atau tidak yang mau menerbitkan, ini justru jadi peluang penerbit nakal mengkomersilkan buku yang dimaksud dengan merubah labelnya saja. Untuk di daerah-daerah hal ini sangat rawan, karena fungsi kontrolnya sangat sulit. Hal ini bisa diminimalisir sesungguhnya dengan mengirimkan CD master 250 buku itu ke dinas pendidikan setempat untuk kemudian bisa diperbanyak secara gratis.

5. Bukan Guru atau Siswa yang harus punya laptop, tapi perpustakaan sekolah.
Dengan sedikit bantuan, komputer di perpustakaan sekolah malah bisa difungsikan sebagai server mirror untuk sekolah yang bersangkutan. Jadi optimasi fungsi e-reading di perpustakaan sekolah jauh lebih bermanfaat daripada menunggu semua guru dan siswa punya laptop.

Tulisan ini sangat terbuka untuk diskusi. Atau diskusi dan konsultasi teknis pengembangan di perpustakaan sekolah bisa japri ke penulis di email reza@rezaervani.com

7 Tanggapan

  1. menurutku, baca buku di kompie bikin mata perih.., kecuali pakai filter komputer yang mahal, pakai lcd atau laptop… mmm, saya belum menemukan cara yang nyaman untuk baca e book di komputer, pasalnya saya belum menemukan buku panduan tentang hal tersebut. Ngomong2 mas tahu enggak cara baca e book yang nyaman dan gak bikin mata perih?

  2. masalah pedihnya mata dalam membaca di kompi, tergantung masing2 orang. Tetapi yang pasti pasti terdapat cara lain untuk mempermudah akses BSE.
    Ide Distribsi CD/DVD file sudah cukup baik. Mungkin perlu ide2 lain yang juga brilian. semoga…

    http://www.vandha.wordpress.com

  3. Salut buat pemerintah cc Diknas

    Bagi yang merasa file bse dari diknas terlalu besar (contoh Matematika SD kelas 2 besarnya 398MB, saya kecilkan jadi 5 MB, tanpa mengurangi isi), bisa coba download dari homepage saya .. http://www.invir.com (Jumlah ebook akan ditambah terus … server diknas sering sibuk, dan ada beberapa file yang tidak bisa didownload) …

    Salam ..

  4. Dear Blogger,

    Saat ini tim pengelola BSE.depdiknas.go.id sedang melakukan banyak pengembangan penting mulai dari kecepatan akses, mirror server, dan beberapa hal lainnya.

    Kami mengharap bantuan anda agar aplikasi ini semakin bermanfaat. Kritik dan Saran dapat anda disampaikan melalui :

    –Kirim Saran [Official]
    -> http://bse.depdiknas.go.id/?top=3&mn=2

    –Kritik dan saran [Blog saya]
    -> http://galih.net/kritik-saran-bse/

    Salam Edukasi.

    Galih P.
    Tim Pengelola BSE

  5. Bukan berarti dengan adanya BSE ini,pemerintah tidak mengupayakan supaya harga kertas tidak melambung tinggi kan? Kenapa harus di cetak melalui berbagai penerbit kalau memang bisa di download? Mungkin akan membantu para siswa di daerah yang masih kesulitan e-book alais susah akses karena minimnya fassilitas. Nah kalau memang begitu toh perang rabat antar penerbit masih kuat dan para guru bersangkutan tetap melihat nilai bisnis jual beli buku ini di lapangan.

  6. Pemerintah mencanangkan buku gratis, mungkin biar dibilang pemerintah sekarang sudah “Loman” kepada masyarakat, yach begitulah, saya tidak bisa terlalu banyak komentar, males ngrasani pemerintah,

    Menurut saya buku gratis itu dikirim melalui CD/DVD kan lebih praktis dan menuju sasaran sampai ke pelosok tanah air yang mungkin sampai juga kepada yg tidak punya komputer-wong banyak sekolah yang tidak mampu beli komputer seperti sekolahan saya- ya skalian dikirim laptop/komputer. Karena ya itu tadi kalo mau download selain sulit juga beban terlalu banyak jadi luama sekali waktu download.

    Mestinya Pemerintah kalo mau menggratiskan pendidikan ya gak usah direpotkan segala macem. Ya, itu tadi kirim BSE (dlam CD/DVD) beri juga laptopnya, seperti dulu pencanangan listrik masuk desa-skarang sampai di pegunungan sudah terang semua-mungkin BSE dan laptop seperti itu kan lama-lama semua sekolah punya semua terutama di tingkat SD yang selalu di anak tirikan.

  7. Buku Elektronik menjadi kebutuhan yg pasti dimasa depan, janganlah kita halangi dan dicegah , marilah song-song dengan se-arif-nya agar bangsa kita dengan secepatnya bisa memanfaatkan teknologi ini
    Yang butuh Aplikasi pembaca BSE & Download 1000 Buku Elektronik bisa donwload di http://bse.mahoni.com
    Coba sendiri saja, saya test pakai Android 7″ jalan bagus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: