Saatnya Berbicara tentang …. SUSTAINABLE

Oleh : Reza Ervani

Sustainable Menurut Kamus OXFORD :

able to be maintained at a certain rate or level.

Dapat di kelola pada tingkat atau level tertentu.

Singkatnya, SUSTAINABILITY adalah kemampuan kita (Rumah Ilmu Indonesia) mempertahankan keberadaan Rumah Ilmu Indonesia di level seperti yang ada saat ini, sebelum meningkatkannya ke level berikutnya yang lebih tinggi.

Salah satu model yang dikembangkan oleh Hermawan Kertajaya adalah Sustainable Sub Model berikut ini :

Supaya mudah dipahami, kita akan memasukkan model ini kedalam konteks pengembangan Rumah Ilmu Indonesia.

Perhatikan Tiga Sub Pembagian di atas yakni : EMERGENT – RATIONAL – CONSTRAINED

Kita sedang berusaha menjaga agar kondisi Rumah Ilmu Indonesia tetap berada di kotak tengah, yakni RATIONAL.

Perhatikan garis biru.

Ia terletak antara EXPLOITATION dan CONSERVATION (ekploitasi dan pengekalan).

Dalam rentang bulan April hingga Akhir Bulan Juni ini, yang sangat terlihat adalah upaya ekploitasi semua kemampuan rekan-rekan di Rumah Ilmu Indonesia. Dan hasilnya sangat tampak, dengan berjalannya program-program yang selama ini masih merupakan impian.

Sebut saja diantara program yang sukses diinisiasi adalah :

a. Siaran Radio, yang berkembang pada jaringan radio komunitas

b. FORRISTIC, yang berkembang pada jaringan media derap.net

c. EKSPEDISI, yang berkembang pada pendirian Rumah Ilmu Indonesia Jakarta

d. TEAM EMAS, yang berkembang pada kerjasama strategis dengan beberapa lembaga

e. PENERBITAN, yang mendapatkan pengalaman pengelolaan pra hingga pasca cetak

Kegiatan EKPLOITASI ini memiliki konsekuensi yakni : KELELAHAN, baik SECARA FISIK maupun MATERI/UANG/MODAL.

Supaya tetap berada di kotak Rasional, kita harus kemudian “mengkonservasi” (baca : mengawetkan atau melanggengkan) apa yang sudah kita buat.

Setidaknya ada 3 (tiga) upaya KONSERVASI yang harus dikerjakan bersama :

1. Pendokumentasian program internal dan kerjasama (dalam bentuk perjanjian, kontrak kerja dll) secara rapi di Staf Administrasi Umum (Nurjanah)

2. Pengaturan dan Perapihan Sistem Keuangan dan Penumbuhan Sistem Investasi Eksternal (Agus & Dhea)

3. Legalisasi Sistem (Yayasan Rumah Ilmu Indonesia)

Setelah ketiga hal ini kita lakukan, maka yang akan dilakukan kembali selanjutnya adalah siklus EKPLOITASI kembali, terutama EKPLOITASI INVESTASI dan RESIKO KEUANGAN, dengan mencoba berurusan dengan HUTANG atau KREDIT dari LEMBAGA KEUANGAN atau PERSONAL.

Demikian seri awal Suistanable ini dibuat sesuai dengan kebutuhan internal di Rumah Ilmu Indonesia, dan akan dilanjutkan di saat yang dianggap tepat di masa yang akan datang.

Komentar untuk pembelajaran lebih lanjut ditunggu di reza@rezaervani.com

Bangka Belitung, Akhir Juni 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: