Bercita-citalah Menjadi Kiyai

oleh : Reza Ervani

Coba tanyakan kepada para mahasiswa atau mereka yang sedang bersekolah di berbagai tempat tentang cita-cita mereka. Dapatkah anda menemukan seseorang yang bercita-cita menjadi Kiyai ? Dapat dipastikan jarang sekali.

Gelar seorang Kiyai diberikan kepada mereka yang memiliki atau mengasuh sebuah pondok pesantren. Dan pondok pesantren adalah sentra pembelajaran masyarakat. Keberadaan pesantren menjadi berbeda dengan lembaga pendidikan formal pada umumnya, karena keberadaannya yang begitu dekat dengan dinamika lingkungan dimana ia berdiri. Ini pula yang menyebabkan posisi pemimpin pesantren – yang lebih dikenal dengan Kiyai – memiliki tempat sendiri di hati masyarakatnya. Hal yang sama sulit ditemukan pada sekolah-sekolah umum di perkotaan.

Sesungguhnya itulah salah satu bentuk karakter pendidikan yang kuat dari negeri ini.

Bayangkan jika anda menjadi bagian dari pembentukan karakter pendidikan itu, menyempurnakannya dengan pengetahuan yang anda miliki, sambil membaca terus-menerus dinamika masyarakat yang sedang terjadi, sehingga apa yang anda rancang dapat menyentuh secara langsung dan nyata ke persoalan dan kebutuhan masyarakat.

Bayangkan jika anda bisa memiliki sebuah lembaga yang begitu dicintai oleh masyarakatnya, karena mereka berguru disana, mereka mendapatkan bekal menghadapi kehidupan dunianya disana, dan mereka pun mendapat ketenangan visi hidupnya disana.

Pesantren anda bisa saja berdiri di tengah hiruk piruknya kota, atau di bukit sejuk kampung tercinta. Kitab kuning mungkin sudah anda rubah dengan sebuah laptop dengan jaringan internet dan perpustakaan digital. Sistem pendidikan yang anda terapkan mungkin berpadu dengan berbagai aplikasi praktis dari berbagai penelitian pendidikan. Tapi jiwa pendidikannya dapat terasa begitu kuat.

Seorang kiyai, bukanlah gelar dan surban yang menjadikannya mulia, tapi dedikasi dan keikhlasannya membangun generasi penerus yang kuat iman dan intelektual.

Tidakkah anda ingin bercita-cita seperti itu ….

Mudah-mudahan …

(Sebuah goresan sambil lalu menjelang saat-saat istirahat)

2 Tanggapan

  1. Nabi bersabda : “Ulama adalah pewarisku”
    Sungguh amat mulia orang yang bercita-cita menjadi ulama menuntun orang ke jalan yang diridhai-Nya.
    Ulama adalah pewaris nabi

  2. InsyaAlloh anak saya nanti pengen jadi ulama, amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: