Lembaga Da’wah & Marketing

Bismilahirrahmanirrahiim

Seorang da’i sesungguhnya adalah seorang marketer nilai-nilai

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.
(Al Quran Al Karim Surah An Nahl ayat 125)

Ketika para da’i berkumpul di sebuah lembaga, atau membentuk lembaga; maka sudah sunatullah jikalah penerimaan masyarakat atas lembaga itu bergantung pada upaya “memasarkan” lembaga tersebut.

Kita tentu ingat kalimat hikmah yang disampaikan oleh Ali bin Abi Thalib : “Kejahatan yang terorganisir dapat mengalahkan kebaikan yang terorganisir”

Sebuah nilai yang sesat sekalipun, jika dipasarkan dengan baik, ia akan dapat diterima oleh “pasar”. Jika sudah diterima oleh pasar, maka semakin kuat pula posisinya. Hal ini bisa kita lihat dalam kasus Ahmadiyah yang diakui atau tidak, memiliki sistem propaganda yang rapi.

Sebaliknya, sebuah nilai yang luhur, jika kemudian tidak disampaikan dengan cara yang elegan, maka ia hanya akan menjadi sebuah jargon. Lebih buruk lagi, jika kemudian justru malah berbalik, nilai-nilai luhur malah dianggap oleh masyarakat ketinggalan zaman.

Hal ini dapat dengan mudah kita temukan terjadi pada lembaga-lembaga pendidikan muslim, produk-produk muslim, media muslim dan banyak lagi yang sesungguhnya merupakan asset berharga ummat.

Sebagai bahasan dan bekal pertama, bolehlah kita cuplikan apa yang disebut oleh pakar pemasaran, Philip Kotler tentang Public Relation. Rasa-rasanya jika ini kita lakukan dengan baik di lembaga da’wah yang kita rintis, ia akan lebih dikenal oleh masyarakat untuk kemudian bisa memberikan kontribusi yang lebih banyak.

Philip Kottler mengistilahkan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam Public Relation itu dengan PENCILS :

* Publication – Publikasi
* Events – kejadian-kejadian/Kegiatan-kegiatan
* News – Siaran Berita
* Community Affairs – Hubungan dengan Komunitas
* Identity Media – Pemberitahuan kepada Media Massa
* Lobbying – Pendekatan melalui lobi
* Social Investment – Investasi dalam bidang sosial

Mari kita coba, setidaknya di komunitas Rumah Ilmu Indonesia ini.

Insya Allah

Semoga bermanfaat

Salam,
Reza Ervani
http://www.rezaervani.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: